Tanya Jawab Klinik Hukum

Pertanyaan :

Bagaimana cara pengurusan akte hibah tanah beserta bangunan dari ayah ke anaknya?

Apa saja syarat yang di perlukan dan berapa biaya yang harus disiapkan



Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaannya.

Hibah menurut KUHperdata adalah pemberian cuma-cuma berupa tanah (biasanya dengan bangunan) kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Pemberi Hibah, bisa kepada anak, orang tua, saudara atau bahkan kepada orang lain sekalipun.

Yang perlu diketahui agar Hibah sesuai aturan adalah:

1. Suami isteri harus masih hidup apabila Pemberi Hibahnya suami atau isteri.

2. Hibah harus dibuat dalam bentuk akta otentik (akta PPAT).

3. Kalau pemberi hibah belum menikah maka dia harus sudah dewasa.

Adapun syarat administrasi (berkas yang dibutuhkan) adalah :

- Sertipikat Asli

- KTP Pemberi dan Penerima Hibah

Dalam kaitan pertanyaanya:

Maka kedua orang tua wajib datang ke Kantor Notaris/PPAT dengan membawa KTP, Surat Nikah, kartu keluarga, PBB terbaru, dan sertipikat asli, sedangkan anak cukup membawa KTP.

Mengenai biaya Notaris/PPAT terdapat beberapa komponen bea, antara lain:

- bea akta Hibah

- BPHTB 

- bea-bea yang berkaitan dengan Pengecekan Sertipikat, Balik Nama, dan lain-lain.

Kesemua biaya baru dapat dihitung dan ditentukan setelah Notaris/PPAT melihat PBB tanah (dan bangunan) tahun terakhir.

Oleh karna itu saran kami sebelum menandatangani Akta Hibah sebaiknya menyerahkan PBB tahun terakhir dan sertipikat asli dulu kepada Notaris/PPAT untuk dihitung sekaligus mengecek keaslian sertipikat, serta mempersiapkan segala sesuatu untuk penandatanganan Akta Hibah.

Demikian jawaban kami, Terima kasih.

PENJAWAB: Hustam Husain, S. H.

Hustam Husain adalah seorang Notaris dan PPAT, sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan Ikatan Notaris Indonesia periode 2016 - 2019.

Tanya Jawab Terkait